Beberapa Pendirian Ikhwanul Muslimin Mengenai Negara

-Keprihatinan Ikhwan terhadap kemaslahatan negara-

Ketika terbitnya surat keterangan keputusan pengharaman jamaah Ikhwanul Muslimin pada tanggal 8 Disember 1948 iaitu pada zaman al-Naqrasyi yang disusuli dengan pelbagai macam mehnah tribulasi,penyiksaan dan lain-lain lagi.Pada ketika itu datanglah kelompok pemuda menemui Imam Al-Syahid(Hassan al-Banna) untuk minta keizinan bagi melakukan penentangan(kekerasan) sesuai dengan kemampuan mereka.

Namun,beliau(Imam as-Syahid) melarang keinginan mereka dengan tegas sambil menjelaskan kepada mereka akibat yang akan terjadi di kemudian hari.Beliau menyebut cerita tentang Nabi Sulaiman yang terkenal iaitu ketika datang kepadanya dua orang perempuan untuk mengadukan persengketaan mereka terhadap seorang bayi.Masing-masing mengaku bahawa bayi itu adalah anaknya.Maka Nabi Sulaiman menjatuhkan hukuman dengan membelah bayi itu menjadi dua bahagian.Ketika perempuan yang bukan ibunya itu seia-sekata dengan keputusan Nabi Sulaiman,maka perempuan kedua yang dia adalah ibu sebenar bayi tadi tidak tega kalau buah hatinya dibelah menjadi dua.Maka dia lebih baik mengundurkan diri daripada tuntutannya asalkan bayi tadi masih boleh menikmati kehidupannya.

Kemudian Imam As-Syahid berkata:

“Kita sesungguhnya memainkan peranan yang sama dengan para pemimpin itu.Bahkan kita lebih prihatin dengan masa depan dan kehormatan bangsa kita,maka bersabarlah menghadapi musibah dan cubaan ini.Serahkan diri anda kepada mereka untuk membunuh dan melakukan apa sahaja yang mereka inginkan demi masa depan bangsa anda dan dalam rangka mempertahankan kesatuan dan kemerdekaannya”

-Saya tidak mengkritik negara saya di luar negara-

Ustaz Umar Tilmisani r.h. berkata:

“Para wartawan media cetak atau media elektronik datang untuk mengadakan wawancara.Yang mengkagumkan,mereka berusaha untuk menjerat saya dengan pelbagai pertanyaan yang intipatinya bahawa mereka ingin agar saya mengkritik dan menghentam pemerintah yang ada.Namun saya berusaha memalingkan jawapan pertanyaan yang mereka inginkan.

Sehingga salah seorang di antara mereka yang berasal dari London mengatakan:”Anda sebenar telah lari dari jawapan pertanyaan yang sangat jelas”

Kemudian saya jawab:”Lari dari kenyataan bukanlah tabiat saya,tetapi saya enggan mengkritik pemerintah di luar negara saya.Saya tidak akan memburuk-burukkan negara saya di luar negara.Namun saya akan melakukannya secara langsung di dalam negara.Ini adalah prinsip saya dan bukannya politik”.

 Rujukan:Terjemahan Maza Ya’ni Intimai Lid Dakwah(Apa Erti Komitmen Aktivis Dakwah) karangan Muhammad Abduh,diterjemah oleh Abdul Arham bin Mat,cetakan PMRAM,m/s 83-85

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: